BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Salah satu masalah tersulit dalam proses pendirian usaha
baru adalah mendapatkan modal. Bagi pengusaha, kebutuhan pembiayaan yang
tersedia harus dipertimbangkan dari perspektif utang versus ekuitas serta
penggunaan dana internal versus eksternal.
Sebelum mengembangkan laporan laba rugi proforma,
pengusaha harus menyiapkan anggaran operasi dan modal. Jika menjadi pemilik
tunggal, pengusaha harus bertanggung jawab atas berbagai keputusan anggaran.
Dalam suatu perusahaan rekanan, atau dimana terdapat karyawan-karyawan, proses
penganggaran awal mungkin dimulai oleh salah satu dari individu-individu
tersebut, bergantung pada peran mereka dalam perusahaan itu. Sebagai contoh,
anggaran penjualan dapat disiapkan oleh seorang manajer penjualan, anggaran
manufaktur oleh produksi, dan seterusnya. Penentuan akhir dari
anggaran-anggaran ini pada akhirnya terletak pada para pemilik atau pengusaha.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Anggaran
operasi dan modal
2. Sumber
dana dalam memulai usaha
3. Peran
Small Business Administration dalam pembiayaan bisnis kecil
4. Menyusun
laporan laba rugi proforma, arus kas proforma, neraca proforma, analisis impas,
serta sumber dan penerapan dana proforma.
5. Paket-paket
peranti lunak dalam mengelola laporan keuangan.
C.
TUJUAN
1. Memahami
peran anggaran dalam menyiapkan laporan proforma.
2. Mengetahui
jenis-jenis pembiayaan yang ada dalam memulai usaha.
3. Membahas
pinjaman Small Business Administration (SBA).
4. Mempelajari
bagaimana menyiapkan arus kas, pendapatan, neraca, serta berbagai sumber dan
penggunaan laporan dana proforma bulanan untuk tahun pertama operasi.
5. Menjelaskan
penerapan dan kalkulasi dari titik impas (break even point) untuk perusahaan
baru.
6. Mengetahui
paket-paket peranti lunak alternative yang dapat digunakan untuk menyiapkan
laporan keuangan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
ANGGARAN
OPERASI DAN MODAL
Dalam
penyiapan laporan laba rugi proforma, sebelumnya pengusaha harus mengembangkan
sebuah anggaran penjualan yang merupakan perkiraan dari volume penjualan yang
diharapkan per bulan. Dari ramalan-ramalan penjualan pengusaha akan menentukan
biaya dari penjualan-penjualan tersebut. Dalam sebuah perusahaan manufaktur,
pengusaha dapat membandingkan biaya untuk memproduksi secara internal atau
mengontrakannya ke luar ke perusahaan manufaktur lainnya. Perkiraan persediaan
akhir yang dibutuhkan sebagai sebuah penahan terhadap kemungkinan fluktuasi
dalam permintaan dan biaya tenaga kerja langsung dan bahan baku juga akan
dimasukkan.
Setelah
melengkapi anggaran penjualan, pengusaha dapat berfokus pada biaya operasi.
Pertama-tama harus dilengkapi sebuah daftar beban tetap (yang keberdaannya
tidak begitu dipengaruhi oleh volume penjualan) seperti sewa, utilitas, gaji,
pengiklanan, depresiasi, dan asuransi. Perkiraan beban-beban untuk sebagian
besar hal tersebut dapat diterapkan dari pengalaman pribadi atau tolak ukur (benchmark) industri, atau melalui
hubungan langsung dengan para pialang real estate, agen-agen asuransi, dan para
konsultan. Antisipasi penambahan ruang dan karyawan baru serta meningkatnya
biaya iklan juga dapat dimasukkan dalam proyeksi-proyeksi ini sebagai sesuatu
yang layak dipertimbangkan.
Anggaran-anggaran
modal dimaksudkan untuk memberikan sebuah dasar untuk mengevaluasi
pengeluaran-pengeluaran yang akan berdampak pada bisnis selama lebih dari satu
tahun. Sebagai contoh, sebuah anggaran modal dapat memproyeksikan
pengeluaran-pengeluaran untuk perlengkapan baru, kendaraan, computer, atau
bahkan sebuah bangunan yang baru.
B.
SUMBER
DANA DALAM MEMULAI USAHA
1.
Pembiayaan
Utang atau Ekuitas
Pembiayaan
utang adalah metode pembiayaan yang melibatkan suatu alat pembawa bunga,
biasanya pinjaman yang pembayarannya hanya terkait secara tidak langsung pada
penjualan dan keuntungan dari perusahaan tersebut. Umumnya, pembiayaan utang
(juga disebut pembiayaan berbasis asset) mengharuskan suatu asset (biasanya
mobil, rumah, pabrik, mesin, atau tanah) digunakan sebagai jaminan. Pengusaha
yang melakukan pembiayaan utang wajib membayar kembali jumlah dana yang
dipinjam dan biaya yang dinyatakan dalam suku bunga. Mungkin pula terdapat
biaya tambahan lain, yang terkadang disebut sebagai poin, atas penggunaan atau
kemampuan untuk meminjam uang tersebut.
Pembiayaan
ekuitas tidak membutuhkan jaminan dan memberikan tawaran kepada investor berupa
bentuk kepemilikan dalam perusahaan baru. Investor ini akan mendapatkan
pembagian keuntungan perusahaan, dan juga disposisi asset-aset perusahaan
berdasarkan cara proporsional, bergantung pada presentase dari perusahaan yang
dimilikinya. Semua bentuk usaha perlu memiliki ekuitas, karena semua bentuk
usaha dimiliki oleh seseorang atau badan. Meskipun pemiliknya terkadang tidak
langsung terlibat dalam pengelolaan usaha itu dari hari ke hari. Jumlah ekuitas
ini tentunya akan berbeda-beda bergantung pada jenis dan ukuran usaha. Usaha
yang lebih besar mungkin mengharuskan kepemilikan lebih dari satu orang,
mencakup investor swasta dan pemodal usaha. Pembiayaan ekuitas ini menjadi
dasar untuk pembiayaan utang, dan keduanya bersama-sama membentuk struktur
modal usaha.
2.
Dana
Internal atau Eksternal
Dana
internal berasal dari dalam perusahaan seperti keuntungan, penjualan asset,
pengurangan modal kerja, penundaan pembayaran utang, dan piutang. Dalam setiap
usaha baru, biasanya keuntungan langsung dijadikan modal usaha tambahan pada tahun-tahun
awalnya, sehingga investor ekuitas dari luar pun tidak mengharapkan adanya
pembayaran utang selama waktu ini. Dana yang dibutuhkan dapat juga diperoleh
dengan menjual asset yang jarang digunakan. Sumber dana internal dan jangka
pendek dapat diperoleh dengan cara mengurangi asset-aset jangka pendek:
persediaan, uang tunai, dan barang-barang modal usaha lainnya.
Sumber
dana umum yang lainnya berasal dari luar perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang
terdaftar dalam Enterpreneur 2003 Hot
100 mendapatkan modal untuk memulai usaha dari simpanan (61%), investor swasta
(31%), keluarga dan teman (18%), kredit ekuitas rumah (17%), pinjaman dari bank
(16%), kartu kredit (10%), penjualan perusahaan lain (1%), pinjaman SBA (1%),
dan sumber-sumber lainnya (2%).
3.
Dana
Pribadi
Hanya
sedikit (seandainya pun ada) perusahaan baru yang dimulai tanpa adanya dana
pribadi dari pengusahanya. Tidak hanya dana ini merupakan dana ‘termurah’ dalam
hal biaya dan control, dana ini juga penting untuk menarik pembiayaan dari
luar, khususnya dari bank, investor swasta, dan pemodal usaha. Sumber-sumber
dana pribadi pada umumnya adalah simpanan, asuransi jiwa, atau hipotek rumah
atau mobil.
4.
Keluarga
dan Teman
Keluarga
dan teman merupakan sumber modal yang biasanya dimanfaatkan untuk memulai suatu
usaha. Keluarga dan teman cenderung mau berinvestasi karena memiliki hubungan
baik dengan pengusaha. Hal ini juga memiliki aspek positif dan negatif.
Meskipun jumlah uang yang tersedia tidak banyak, jika tersedianya dalam bentuk
pendanaan ekuitas, maka anggota keluarga atau teman kemudian memiliki posisi
kepemilikan dalam usaha tersebut dan semua hak dari posisi tersebut. Hal ini
akan membuat mereka merasa memiliki andil langsung dalam kegiatan usaha
tersebut, dan akan berdampak negatif bagi karyawan, fasilitas, atau penjualan
dan keuntungan. Maka dari itu, hal ini harus bisa diatasi dan dihindari sebisa
mungkin.
5.
Bank
Komersial
Bank-bank
komersial masih merupakan dana jangka pendek yang paling sering digunakan oleh
pengusaha jika terdedia barang yang bisa dijaminkan. Dana yang disediakan
berbentuk pembiayaan utang dank arena
itu, membutuhkan suatu jaminan fisik/asset yang bernilai. Jaminan ini dapat
berbentuk asset bisnis (lahan, peralatan, atau bangunan untuk usaha), asset
pribadi (rumah, mobil, lahan, saham, atau surat berharga pengusaha), atau asset
dari orang yang ikut menandatangani nota perjanjian pinjaman.
1.
Jenis-Jenis
Pinjaman Bank
Pinjaman-pinjaman ini
diberikan berdasarkan asset atau arus kas dari usaha tersebut. Basis asset untuk pinjaman:
- Pinjaman piutang: jika
konsumennya terkenal dan layak memperoleh kredit, suatu bank dapat membiayai
hingga 80% nilai piutang mereka.
- Pinjaman persediaan: jenis
asset lain dari perusahaan yang biasanya menjadi basis untuk pinjaman,
khususnya ketika investornya bersifat likuid dan dapat dijual dengan mudah.
- Pinjaman peralatan: peralatan
dapat digunakan untuk mendapatkan pembiayaan jangka panjang, biasanya selama 3
hingga 10 tahun. Pembiayaan peralatan terdiri atas beberapa kategori:
pembiayaan pembelian peralatan baru, pembiayaan peralatan bekas yang sudah
dimiliki perusahaan, pembiayaan enjualan-penyewaan kembali, atau pembiayaan
penyewaan.
- Pinjaman real estate: pembiayaan
hipotek ini biasanya mudah diperoleh hingga 75% lahan, pabrik, atau gedung lain
dari perusahaan menjadi dana pinjaman.
Pembiayaan Arus Kas:
- Pinjaman bertahap: digunakan
untuk menutupi kebutuhan modal kerja untuk jangka waktu tertentu, misalnya
ketika pembiayaan musiman sedang dibutuhkan.
- Pinjaman komersial langsung: suatu
perusahaan mendapatkan pinjaman dana yang jatuh tempo dalam 30-90 hari. Sering
digunakan untuk pembiayaan musiman dan untuk memperbanyak persediaan.
- Pinjaman jangka panjang: pinjaman
ini biasanya hanya disediakan untuk perusahaan-perusahaan yang kuat dan sudah
mapan dan berlaku hingga 10 tahun.
- Pinjaman karakter: umumnya
mengharuskan pengusaha atau seseorang yang lain merelakan asetnya untuk
dijadikan jaminan, atau mengharuskan perjanjian pinjaman ini ditandatangani
oleh seseorang yang lain. Asset yang biasanya dijaminkan adalah mobil. Rumah,
lahan, dan sekuritas.
2.
Keputusan-Keputusan
Bank untuk Meminjamkan Uang
Keputusan-keputusan
bank untuk memberikan pinjaman dibuat menurut kaidah 5C dalam meminjamkan uang:
karakter (character), kapasitas (capacity), modal (capital), jaminan (collateral),
dan keadaan (condition).
Surat-surat keuangan (seperti neraca saldo dan pendapatan) dikaji dalam hal
kemampuannya menghasilkan keuntungan dan rasio kreditnya, keluar masuknya
persediaan, penuaan dari piutang, modal pengusaha yang diinvestasikan, dan
komitmen terhadap bisnis tersebut.
Proyeksi-proyeksi ke masa depan dalam hal ukuran pasar, penjualan, dan
kemampuan menghasilkan keuntungan juga dievaluasi untuk menentukan kemampuannya
melunasi pinjaman.
C.
PERAN
SMALL BUSINESS ADMINISTRATION DALAM PEMBIAYAAN BISNIS KECIL
Di
Amerika Serikat, ketika pengusaha tidak mampu mendapatkan pinjaman bank
komersial, alternatifnya adalah jaminan dari Small Business Administration
(SBA). Basis Loan Guaranty 7(a) aadalah program pinjaman bisnis primer dari
SBA. Program ini membantu bisnis kecil yang memenuhi syarat untuk mendapatkan
dana bantuan jika mereka tidak mendapatkan pinjaman melalui jalur peminjaman
yang regular. Hasil dari pinjaman tersebut dapat digunakan untuk beragam
keperluan bisnis, seperti modal kerja; mesin dan perlengkapan; furniture dan
peralatan lengkap; tanah dan bangunan; perbaikan leasehold; dan bahkan dalam kondisi tertentu, pembayaran utang.
Di
AS, untuk mendapatkan pinjaman 7(a), pengusaha kecil harus memenuhi beberpa kriteria.
Kemampuan membayar kembali yang dapat dilihat dari aliran kas merupakan
kriteria umumnya, kriteria lainnya yang harus dipenuhi adalah karakter yang
baik, kemampuan manajemen, jaminan, dan kontribusi ekuitas pemilik.
Untuk
di Indonesia sendiri, lembaga yang menyediakan pinjaman untuk saha kecil
misalnya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan oleh pemerintah yaitu
Kementrian UMKM.
D.
MENYUSUN
LAPORAN LABA RUGI PROFORMA, ARUS KAS PROFORMA, NERACA PROFORMA, ANALISIS IMPAS,
SERTA SUMBER DAN PENERAPAN DANA PROFORMA
1.
Laporan
Laba Rugi Proforma
Dalam
menyiapkan laporan laba rugi proforma, pertama-tama penjualan per bulan harus
dihitung. Riset pemasaran, penjualan industri, dan sejumlah pengalaman
percobaan dapat memberikan dasar untuk angka-angka ini. Teknik-teknik ramalan
seperti survei tujuan pembeli, gabungan dari pendapat tim penjualan, pendapat
ahli, atau rangkaian waktu dapat digunakan untuk memproyeksikan penjualan.
Seperti yang diharapkan, akan memakan waktu sebentar bagi perusahaan baru manapun
untuk membangun penjualan. Biaya-biaya untuk mencapai berbagai peningkatan ini
mungkin lebih tinggi secara tidak proporsional dalam beberapa bulan, bergntung
pada situasi selama periode tertentu.
Laporan
laba rugi proforma tersebut juga memberikan proyeksi-proyeksi dari semua beban
operasi untuk setiap bulan selama tahun pertama. Setiap beban harus dicantumkan
dan dinilai secara hati-hati untuk memastikan bahwa peningkatan-peningkatan
beban tersebut ditambahkan pada bulan yang sesuai. Gaji dan upah harus
mencerminkan jumlah personel yag diperkerjakan serta peran mereka dalam
organisasi di perusahaan. Seiring dengan diperkerjakannya personel-personel
baru untuk mendukung peningkatan bisnis, biaya-biayanya harus dimasukkan Dalam
laporan proforma.
Selain
pada laporan laba rugi proforma bulanan untuk tahun pertama, proyeksi-proyeksi
harus dibuat untuk tahun kedua dan ketiga. Biasanya, investor lebih suka
melihat proyeksi pendapataan untuk tiga tahun. Dalam memproyeksikan beban-beban
operasi untuk tahun kedua dan ketiga, akan membantu untuk pertama-tama melihat
pada biaya-biaya yang kemungkinan akan stabil seiring dengan berjalannya waktu.
Hal-hal seperti depresiasi, utilitas, sewa, asuransi, dan bunga dapat lebih
mudah ditentukan jika mengetahui penjualan yang diramalkan untuk tahun kedua
dan ketiga.
2.
Arus
Kas Proforma
Arus
kas tidak sama dengan laba. Laba merupakan hasil pengurangan penjualan terhadap
beban, sedangkan arus kas dihasilkan dari selisih antara penerimaan kas dan
pembayaran kas aktual. Penjualan mungkin tidak dianggap sebagai kas karena
sebuah penjualan mungkin saja terjadi tetapi pembayarannya tidak dilakukan
sebelum 30 hari. Selain itu, tidak semua tagihan dibayar dengan segera.
Sebaliknya, pembayaran-pembayaran kas untuk mengurangi pokok sebuah pinjaman
bukan merupakan biaya bisnis, melainkan tetap merupakan pengurangan kas.
Penting
bagi pengusaha untuk membuat proyeksi bulanan atas arus kas seperti proyeksi
bulanan yang dibuat untuk keuntungan. Jika pengeluaran-pengeluaran lebih besar
daripada penerimaan pada suatu periode waktu, pengusaha harus meminjam dana
atau mempunyai kas dalam sebuah rekening bank untuk menutupi
pengeluaran-pengeluaran yang lebih tinggi tersebut. Arus kas positif yang besar
dalam periode waktu tertentu mungkin harus diinvestasikan dalam sumber jangka
pendek atau didepositokan dalam sebuah bank dengan tujuan untuk menutup
periode-periode waktu di masa depan saat pengeluaran lebih besar dari
pendapatan.
3.
Neraca
Proforma
Neraca
proforma mencerminkan posisi bisnis pada akhir tahun pertama. Neraca ini
merangkum asset, kewajiban, dan nilai bersih dari pengusaha. Setiap transaksi
bisnis mempengaruhi neraca, tetapi karena masalah waktu dan biaya serta
kebutuhan, merupakan sebuah hal yang umum untuk menyiapkan neraca pada jangka
waktu periodic (kuartal atau tahunan). Jadi, neraca adalah sebuah gambaran
bisnis pada momen tertentu dalam suatu waktu dan tidak meliputi suatu periode
waktu.
·
Asset:
dikategorikas
sebagai asset lancer dan tetap. Asset lancer meliputi kas dan semua yang dapat
dialihan menjadi kas atau digunakan dalam operasi bisnis selama periode waktu
satu tahun atau kurang. Asset tetap adalah asset-asset yang nyata dan digunakan
untuk periode waktu yang lama.
·
Kewajiban: akun
ini mewakili semua utang kepada kreditor. Beberapa dalam jumlah ini mungkin
jatuh tempo dalam satu tahun (kewajiban lancer), dan lainnya dapat berupa
utang-utang jangka panjang.
·
Ekuitas
pemilik: jumlah ini mewakili kelebihan dari semua asset atas semua
kewajiban. Jumlah ini mewakili nilai bersih dari bisnis.
4.
Analisis
Impas
Analisis
impas adalah sebuah teknik yang berguna dalam menentukan berapa banyak unit
yang harus dijual atau volume penjualan yang harus dicapai untuk mencapai
impas. Titik penjualan impas mengindikasikan volume penjualan yang dibutuhkan
untuk menutupi total biaya variable dan beban tetap kepada pengusaha. Kelebihan
penjualan setelah titik impas akan menghasilkan keuntungan selama harga jual
tetap diatas biaya-biaya yang diperlukan untuk memproduksi setiap unit (biaya
variable).
Rumus untuk mencapai
impas diperoleh sebagai berikut:
SP
– VC/Unit
Selama harga penjualan lebih besar dari biaya
variable per unit, sejumlah kontribusi dapat dibuat untuk menutupi biaya tetap.
Akhirnya, kontribusi-kontribusi ini akan cukup untuk membayar semua biaya
tetap, di mana pada titik tersebut perusahaan mencapai impas.
5.
Sumber
dan Penerapan Dana Proforma
Laporan
sumber dan penerapan dana proforma menggambarkan penempatan pendapatan dari
operasi dan pendanaan lainnya. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan bagaimana
pendapatan bersih dan pendanaan digunakan untuk meningkatkan asset atau
membayar utang.
E.
PAKET-PAKET
PERANTI LUNAK DALAM MENGELOLA LAPORAN KEUANGAN
Terdapat
sejumlah paket peranti lunak keuangan yang tersedia bagi pengusaha yang dapat
melacak data keuangan dan menghasilkan laporan keuangan penting lainnya. Untuk
tujuan membuat laporan-laporan proforma, setidaknya dalam tahap perencanaan
bisnis, mungkin paling mudah untuk menggunakan sebuah program spreadsheet karena angka-angkanya dapat
sering kali berubah seiring
dengan dimulainya pengembangan anggaran untuk laporan-laporan proforma oleh
pengusaha. Microsoft Excel adalah peranti lunak spreadsheet yang paling luas digunakan dan tersedia dalam format
Macintosh dan PC.
Paket-paket
peranti lunak tersebut bervariasi dalam harga dan kompleksitas. Produk peranti
lunak yang paling sederhana untuk digunakan adalah QuickBooks ($99-$299),
Peachtree (Best Software), dan paket-paket yang ditawarkan oleh Medlin
Accounting and Checkmark Software Inc.
Paket-paket ini menawarkan peranti lunak daftar gaji dan buku besar umum
akuntasi dasar untuk perusahaan baru. Beberapa paket peranti lunak komprehensif
lainnya (disamping Peachtree), diantaranya adalah Microsoft Office Small
Business Accounting, Redwing Software, dan Cougar Mountain Software.
Jika dibutuhkan
sebuah paket yang lebih komprehensif, pengusaha harus mendiskusikan
pilihan-pilihannya dengan sebuah asosiasi bisnis, teman, atau konsultan yang
dapat menilai kebutuhan-kebutuhannya, mengevaluasi manfaat dari pilihan yang
paling sesuai, dan membantu pengusaha tersebut dalam memilih paket terbaik yang
memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahaan tersebut.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Makalah ini menjelaskan beberapa teknik proyeksi keuangan
dalam memulai sebuah bisnis. Pertama-tama pengusaha harus membuat ramalan atau
perkiraan kebutuhan penjualan atau produksi untuk produk/jasa yang akan dijual,
seperti biaya produksi, sewa, gaji karyawan, iklan dan lain sebagainya. Setelah
itu, menyiapkan modal yang diperlukan untuk memulai usaha tersebut. Modal bisa
didapat dari pinjaman bank, simpanan sendiri, keluarga/teman, dan pembiayaan
lainnya yang memungkinkan. Setelah usaha tersebut berdiri dan sudah bisa
dijalankan, pengusaha harus membuat laporan keuangan perusahaan untuk kejelasan
dan mengetahui apakah perusahaan tersebut untung, rugi, atau berada dalam
posisi impas. Laporan keuangan juga diperlukan sebagai bukti bahwa pengusaha bisa
mendapatkan pinjaman dari kreditur karena usaha yang dijalankannya maju. Di
jaman yang serba teknologi seperti ini, banyak pengusaha yang menggunakan
perangkat lunak dalam membuat laporan keuangan perusahaannya agar lebih efektif
den efisien.
B.
SARAN
Sebelum memulai usaha sebaiknya disiapkan dahulu rencana
yang matang dalam hal modal, manajemen, kualitas produk, dan pemasarannya agar
usaha yang kita jalankan bisa diterima oleh masyarakat atau pelanggan dan
diharapkan usaha kita bisa berjalan dengan baik dan mencapai keuntungan.
DAFTAR PUSTAKA
Robert D. Hisrich, dkk.
(2008).“Kewirausahaan”. Jakarta:
Salemba Empat.
Sungguh menakjubkan ketika saya berpikir bahwa semuanya sudah selesai dengan saya, nama saya susan garcia, dari phillipine, Bu KARINA ROLAND datang untuk menyelamatkan hidup saya. Saya sangat berhutang budi sampai orang-orang yang saya pinjam dari geng itu melawan saya dan kemudian menangkap saya karena hutang saya. ditahan selama berbulan-bulan masa lomba diberikan kepada saya ketika saya dipulangkan dan dibebaskan untuk pergi dan menghasilkan uang untuk melunasi semua hutang yang saya terima jadi saya diberitahu bahwa ada pemberi pinjaman yang sah secara online jadi saya harus mencari melalui blog saya ditipu sebelumnya tetapi ketika saya menemukan KARINA ELENA ROLAND LOAN COMPANY, Tuhan mengarahkan saya ke iklannya di sebuah blog karena ketertarikan saya pada iklan itu benar-benar sebuah keajaiban mungkin karena Tuhan telah melihat bahwa saya memiliki banyak penderitaan, itulah mengapa dia mengarahkan saya kepadanya. Jadi saya mengajukan permohonan dengan antusias setelah beberapa jam pinjaman saya disetujui oleh Dewan dan dalam 24 jam saya dikreditkan dengan jumlah persis yang saya maksudkan untuk semua ini tanpa jaminan tambahan Pinjaman Pribadi karena saya berbicara dengan Anda sekarang saya bisa melunasi semua hutang Saya dan sekarang saya memiliki supermarket sendiri, saya tidak membutuhkan bantuan orang lain sebelum saya memberi makan atau mengambil keuangan, apapun keputusan saya tidak ada urusan dengan Polisi, saya sekarang seorang wanita mandiri. Anda ingin merasakan kemandirian finansial seperti saya, silakan hubungi Ibu melalui email perusahaan: (karinarolandloancompany@gmail.com) atau whatsapp +15857083478 Anda tidak dapat memperdebatkan fakta bahwa di dunia yang sulit ini Anda membutuhkan seseorang untuk membantu Anda mengatasi perputaran keuangan di hidup dalam satu atau lain cara, maka saya memberikan amanat untuk mencoba dan menghubungi Ibu KARINA ROLAND di alamat di atas agar Anda dapat mengatasi kemerosotan finansial dalam hidup Anda. Anda dapat menghubungi saya melalui email berikut: (garciasusan113@gmail.com)) Selalu bersikap positif dengan Ibu KARINA ROLAND dia akan membantu Anda melalui semua tantangan keuangan Anda dan kemudian memberi Anda tampilan keuangan baru dan kebebasan untuk mengatasi semua kekhawatiran Anda.
BalasHapus